Monday, February 13, 2017

Manfaat Kandungan Antioksidan di Dalam Teh dan Kopi

Manfaat Kandungan Antioksidan di Dalam Teh dan Kopi


Tubuh dapat terlindung dari radikal bebas berkat antioksidan. Selain dari buah-buahan dan sayur-sayuran, antioksidan dapat diperoleh dari minum teh dan kopi.

Secara alami, tubuh bisa terekspos radikal bebas tiap saat dari polusi di lingkungan sekitar. Selain itu, masih ada radikal bebas sebagai hasil proses tubuh seperti ketika mengolah gula menjadi energi, proses pencernaan, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Radikal bebas dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan termasuk penyakit pembuluh darah dan kanker.

Minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia, seperti teh dan kopi, rupanya mengandung antioksidan yang mampu melawan radikal bebas. Namun tidak hanya itu, manfaat antioksidan juga sekaligus sanggup menekan risiko berbagai penyakit.

Keistimewaan Teh Melawan Radikal Bebas

Dua jenis antioksidan dari teh adalah antosianin dan proantosianidin yang berperan membantu tubuh melawan peradangan. Ada pula antioksidan dari teh, yaitu katekin yang membantu mencegah kanker.

Polifenol merupakan salah satu jenis antioksidan lain yang terkandung di dalam teh. Antioksidan ini sangat aktif melawan radikal bebas yang menyerang sel tubuh termasuk membantu melawan sel kanker. Selain itu, ada pula antioksidan jenis flavonoid yang bersifat menetralkan yang umumnya dikandung semua jenis teh.

Proses detoksifikasi dari antioksidan dapat mencegah pembentukan gumpalan darah, aterosklerosis, dan kanker. Beragam penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang minum teh dua kali atau lebih secara teratur, memiliki tingkat kolesterol jahat (LDL) yang lebih rendah, serta dihadapkan kepada risiko sakit jantung dan stroke yang lebih rendah.

Teh hijau dan teh hitam tergolong mengandung antioksidan sepuluh kali lebih banyak dibandingkan kadar antioksidan dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Secara khusus, teh hijau dan teh hitam juga disebut mampu mendorong metabolisme untuk menurunkan berat badan, mencegah respons alergi, melindungi tulang, memperbaiki kondisi kulit, dan mengurangi bau mulut. Lebih jauh lagi, kedua teh tersebut bermanfaat dalam melawan kelompok penyakit yang lebih berat, seperti memperlambat pertumbuhan tumor, mencegah diabetes dan melindungi dari penyakit Parkinson.

Meski pada dasarnya semua teh berasal dari tanaman yang sama, namun proses pengolahannya yang akan membedakan hasil akhir. Teh hijau tidak mengalami fermentasi, melainkan dibiarkan layu secara alami kemudian diuap. Di lain sisi, teh hitam dan teh-teh jenis lain umumnya ditumbuk kemudian difermentasi.

Khasiat Kopi dalam Mencegah Berbagai Penyakit

Beragam penyakit disebut-sebut dapat dihindari berkat zat antioksidan dari meminum kopi. Satu kandungan antioksidan terbaik di dalam biji kopi yang mampu memberantas risiko penyakit adalah kuinin. Kuinin bersama-sama dengan magnesium akan menyeimbangkan tingkat gula darah yang kemudian akan meminimalkan risiko diabetes tipe 2. Manfaat kuinin yang jauh lebih optimal akan didapatkan dari biji kopi yang telah melalui proses pemanggangan.

Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan pada kopi dapat mengurangi risiko gigi berlubang, meringankan sakit kepala, dan memperbaiki mood. Selain itu, seorang penikmat kopi boleh berbangga hati karena kopi memiliki keuntungan menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti:

    Pembentukan batu empedu
    Kanker hati
    Kanker usus besar
    Sirosis
    Penyakit Parkinson.
    Depresi

Sebuah penelitian menyimpulkan, mengonsumsi dua cangkir kopi decaf per hari mampu menekan risiko kanker rektum lebih besar dibandingkan minum teh atau kopi yang mengandung kafein.

Konsumsi kopi yang dapat ditoleransi umumnya dua cangkir kopi per hari. Tiap satu cangkir berisi 200 mililiter kopi memiliki kandungan kafein 85 miligram. Lebih dari itu dapat menyebabkan gugup, sulit tidur, peningkatan detak jantung atau berdebar hingga tekanan darah tinggi dan osteoporosis.

Sebaiknya batasi asupan gula atau krim, untuk mengoptimalkan manfaat antioksidan teh dan kopi. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dokter untuk jumlah konsumsi teh dan kopi setiap hari.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments