Monday, February 13, 2017

Sejuta Manfaat Kedelai Edamame Bagi Kesehatan

Sejuta Manfaat Kedelai Edamame Bagi Kesehatan


Kedelai edamame adalah kacang kedelai yang masih berada di dalam polongnya. Anda dapat mengolahnya dengan cara dikukus atau direbus terlebih dahulu, kemudian bisa disantap dengan mengupasnya langsung dari kulitnya. Setengah cangkir kacang edamame yang telah direbus dan dikupas mengandung 50 gram magnesium.

Selain mendapatkan kebaikan dari magnesium, konsumsi kedelai edamame juga memberikan banyak nutrisi lain meski hanya disantap dalam jumlah kecil. Anda bisa mendapatkan 10 persen dari nilai kecukupan harian atas kebutuhan vitamin A dan C yang merupakan sumber antioksidan utama, zat besi tinggi setara dengan mengonsumsi dada ayam panggang sebanyak 113 gram, serta 9 gram serat yang sama dengan mengonsumsi 4 iris roti gandum

Kedelai Edamame Punya Segudang Manfaat

Lebih jauh lagi mengenai kacang edamame, sayuran yang satu ini juga masih memiliki segudang manfaat lain, yaitu:

Mengonsumsi kedelai secara teratur dikaitkan dengan memiliki kondisi kolesterol yang cenderung sehat, terutama pada wanita.

Kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat fitoestrogen yang bermanfaat dalam melindungi tubuh dari kondisi osteoporosis, penyakit jantung, serta penyakit

Isoflavon juga signifikan dalam mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), terutama pada pria.

Selain itu, sebuah penelitian membuktikan bahwa isoflavon turut memberikan efek anti-inflamasi kepada wanita pada masa menopause yang mengonsumsi susu kedelai secara teratur selama 16 minggu sebanyak 1.020 gram. Diperkirakan, efek yang bisa didapatkan dari kebiasaan baik ini adalah untuk mencegah tulang keropos dan kanker.

Mengonsumsi protein kedelai lebih banyak dapat membantu mencegah serta mengobati hipertensi.

Manfaat-manfaat di atas sudah pernah dibuktikan secara ilmiah, meskipun banyak ahli medis yang setuju bahwa hal itu masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Benarkah Konsumsi Kedelai Meningkatkan Risiko Kanker Payudara?

Ada anggapan bahwa mengonsumsi kedelai, termasuk kedelai edamame, dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebagaimana isoflavon pada kedelai akan memicu peningkatan hormon estrogen. Tingginya kadar estrogen dalam tubuh akan mengakibatkan bertambahnya risiko kanker payudara.

Namun, penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi kedelai dalam jumlah sedang, yaitu 1-2 porsi per hari, tidak menambah risiko kanker payudara atau kanker apa pun. Porsi ini sudah termasuk keseluruhan kedelai, termasuk tahu, tempe, dan kedelai edamame. Nyatanya, sumber-sumber makanan berbahan dasar kedelai ini tidak mengandung kadar isoflavon terlalu tinggi yang berisiko meningkatkan risiko kanker.

Sebaliknya, kacang kedelai justru mengandung protein, serat, serta isoflavon dalam jumlah cukup sehingga bermanfaat baik bagi kesehatan. Bahkan, sebuah penelitian khusus kanker membuktikan bahwa genistein, jenis isoflavon yang paling umum terdapat pada kedelai, bersifat membantu mencegah sel kanker tumbuh dan menyebar.

Cara Menikmati Kedelai Edamame yang Paling Tepat

Kedelai edamame dapat dinikmati hanya dengan direbus atau dikukus begitu saja. Kacang ini juga dapat diolah terlebih dahulu menjadi berbagai jenis makanan lain, meski nyatanya kedelai edamame yang dimakan begitu saja dinilai lebih menyehatkan. Karena dengan begitu, tubuh dapat menyerap semua nutrisi yang ada pada kedelai tersebut. Lagipula, kedelai edamame yang dikonsumsi setelah direbus atau dikukus menjadikannya tidak terkontaminasi oleh bahan pengawet atau bahan tambahan lainnya.

Di sisi lain, Anda juga dapat mengonsumsi kedelai edamame yang sudah difermentasi. Misalnya pada jenis yang sudah diolah menjadi tempe, tahu, saus kedelai, atau sup kedelai Jepang. Tekstur kedelai yang difermentasi akan lebih mudah dicerna. Selain itu, proses fermentasi akan memicu penambahan probiotik atau bakteri yang baik bagi pencernaan sehingga pada akhirnya meningkatkan kesehatan secara umum.

Begitu mencengangkannya fakta kandungan kedelai edamame untuk kesehatan sehingga Anda tidak perlu lagi menunda-nunda mengonsumsi bahan makanan ini. Yang terpenting adalah hindari mengonsumsinya secara berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan tentu saja tidak baik bagi kesehatan

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments